PODCASTNEWS.ID – Partai Amanat Nasional atau PAN menyambut baik pertemuan Menteri BUMN Erick Thohir dengan Gubernur Jawa Tengah sekaligus bacapres PDIP Ganjar Pranowo yang baru pulang melaksanakan ibadah haji.
“PAN mempunyai harapan agar Mas Ganjar dapat berpasangan dengan Mas Erick Thohir. Dengan komposisi ini akan terbangun pasangan ideal untuk dapat memenangkan Pilpres 2024,” kata Waketum PAN Viva Yoga Mauladi seperti dilansir detik.com, Kamis (6/7/2023).
Viva mengatakan secara ideologis, Ganjar dan Erick Thohir mampu membangun ikatan nasionalis, agamis, dan modern. Dia menyebut paslon ini sosok ideal untuk saat ini. “Dari pendekatan ideologis, akan terbangun ikatan nasionalis, agamis, dan kemodernan. Ikatan ini sebagai perwujudan dari kondisi sosio-kultural masyarakat Indonesia yang majemuk dan beragam, religius, dan mencintai Tanah Air, serta bergerak maju di era revolusi industri 4.0,” ucapnya.
Viva menyebut ikatan Ganjar dan Erick Thohir juga mampu memperbesar basis konstituen yang telah memiliki preferensi pilihan terhadap figur di pilpres hingga berpeluang besar dalam menambah suara. Selain itu, Viva juga bicara terkait visi dan misi birokrat dan teknokrat.
“Pasangan ini memiliki visi, kapasitas, kompetensi, dan pengalaman sebagai seorang birokrat dan teknokrat. Dengan demikian dalam bekerja nantinya tidak di mulai dari nol pengalaman,” ujar dia.
Meski begitu, Viva menyebut pihaknya tetap menyerahkan keputusan ini kepada Ganjar dan PDIP. Dia mengatakan masih ada waktu hingga Oktober 2023.
Sebelumnya, PAN menyatakan sudah memiliki calon unggulan sendiri untuk pilpres 2024. Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Fikri Yasin mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan calon presiden pilihan. “Tentu calon presiden yang kita unggulkan saat ini yaitu Prabowo Subianto,” kata Fikri, Senin (26/6/2023).
Memang, kata Fikri, saat ini partainya belum memutuskan berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) 2024. Salah satu pertimbangannya, menurut Fikri, PDIP pernah menolak mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai capres 2024. Padahal saat itu PAN lebih dulu akan mengusung gubernur Jawa Tengah tersebut sebagai capres.
Sejajar
“Itu semua tidak lepas dari perjalanan panjang rencana koalisi KIB, karena saat kita menokohkan Ganjar, PDIP menolak Ganjar. Tapi setelah Ganjar menjadi tokoh yang sejajar dengan capres lain, baru PDIP mau mencalonkan,” jelas Fikri.
Karena itu, dia mengatakan PAN masih mengkaji apakah akan berkoalisi dengan PDIP dan mendukung Ganjar atau tidak. Namun yang pasti saat ini, kata Fikri, pihaknya tengah menjalin komunikasi intens dengan Partai Gerindra, PKB, dan Partai Golkar.
Di lain sisi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir pimpinan Partai Golkar, PAN, dan PKB terkait pencalonan Ganjar Pranomo sebagai capres 2024. Hal itu disampaikan Megawati saat berpidato di awal peringatan Bulan Bung Karno di Stadion GBK, Jakarta Pusat, Sabtu (24/6/2023). Saat itu, ketua umum Partai Golkar, PKB, dan PAN menghadiri undangan PDIP.
Awalnya, Megawati menyebut, ada parpol yang sudah pasti mendukung Ganjar seperti PPP, Hanura dan Perindo. Kemudian, Mega cerita Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) yang ingin diajak berkoalisi. Lalu, ada Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo yang juga telah mendukung Ganjar.
Kemudian Megawati menyindir ada parpol yang masih mikir-mikir untuk mendukung Ganjar. Namun, ia tak mempermasalahkan hal itu. Ketiga partai yang mikir-mikir itu adalah Golkar, PAN, dan PKB. “Tuh bapak-bapak kan diketawain. Haha lho benar kan. Tapi ya saya bilang enggak papa mau ikut boleh, enggak ikut ya enggak papa, betul ndak? Merdeka!” ucap Megawati.
