www.podcastnews.id
Political & Viral News

Erick Thohir Bantai Mafia di PSSI

PODCASTNEWS.ID – Menteri BUMN sekaligus calon Ketua Umum PSSI Erick Thohir membuka hari dengan sebuah pernyataan menyakitkan.

Erick Thohir  mengungkap luka lama dugaan match fixing atau pengaturan skor yang melibatkan Indonesia, sebagai salah satu faktor penyebab gagalnya timnas di berbagai turnamen yang diikuti. ”Kalau sepakbola diperjualbelikan apalagi timnas udah menang di sini, lalu main dan kalah di negara lain, ingat peristiwa itu?” kata Erick

Ia menegaskan dalam kasus tersebut Indonesia dibayar untuk kalah dan tidak ada sanksi bagi pihak pihak yang diduga terlibat. Pengaturan skor memang bukan barang baru bagi persepakbolaan tanah air. Baik dalam konteks kompetisi nasional, maupun timnas. Indonesia kerap disebut sebut terlibat dalam skandal pengaturan skor.

Merujuk celetukan pahit Erik Thohir tersebut, salah satu momen yang paling menyesakkan adalah dugaan pengaturan skor laga Timnas Indonesia vs Malaysia di Piala AFF pada 2010 silam.

”Bagi pencinta sepakbola tanah air, kenangan pahit itu tak akan pernah terlupakan,” ucap Erick. Pasalnya, skuad Merah Putih yang digadang gadang menjadi kampiun di turnamen tersebut, terpaksa gagal menjadi juara di sebuah pertandingan yang diduga begitu kental dengan skandal pengaturan skor.

Stadion Bukit Jalil

Peristiwa itu terjadi di partai puncak leg kedua di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Timnas Garuda  bertandang dengan kepala tegak dan penuh percaya diri. Indonesia mengantongi kemenangan 2-1 atas negeri jiran pada leg pertama di Stadion Gelora Bung Karno.

Terlebih, Indonesia  tampil perkasa sepanjang kompetisi. Berbanding terbalik dengan timnas malaysia yang melaju dengan terseok seok kala itu. Bukit Jalil National Stadium, Kuala Lumpur, 26 Desember 2010. Tempat dan waktu yang tak terlupakan. Indonesia dibantai malaysia tiga gol tanpa balas.

Hasil akhir agregat empat dua untuk Malaysia. Harimau Malaya mengangkat trofi, rakyat Indonesia terperangah tak percaya. Pertandingan di babal pertama terlihat berjalan normal. Namun drama di babak kedua menghentak Indonesia.

Gawang Markus Haris Maulana dikoyak sebanyak tiga kali dalam waktu berdekatan. Bahkan Dua gol di antaranya dibumbui kontroversi. Spekulasi menyeruak selepas laga. Kekalahan itu diyakini tak lepas dari campur tangan bandar judi besar asal Malaysia.

Judi Bola

Banyak pihak juga menyebut Wakil Ketua Umum PSSI saat itu Nirwan Bakrie, sebagai dalang di balik buruknya timnas Indonesia. Soalnya, kala itu Nirwan dikenal gemar bermain judi bola.

Ada satu versi yang mengatakan Ketua Umum PSSI kala itu, Nurdin Halid, dan wakilnya, Nirwan, ditemani manajer tim Andi Darussalam Tabussala (ADT) serta salah seorang petinggi PSSI, Nugraha Besoes mendatangi ruang ganti pemain saat rehat.

Mereka disebut menyerahkan sejumlah uang kepada sejumlah pemain agar Indonesia mengalah dua gol dari Malaysia pada babak kedua. Beberapa pemain tersebut diduga Maman Abdurahman yang melakukan blunder saat gol pertama Malaysia. Lalu Markus Haris Maulana dan Firman Utina yang gagal mengeksekusi penalti.

Pada akhirnya kasus tersebut hilang begitu saja. Tak ada sanksi, hanya evaluasi tanpa arti. Fakta dan sejarah inilah menurut Erick yang harus dibenahi. Ia menyebut bituh nyali untuk mengurai dan membersihkan mafia sepak bola di Indonesia.

Indonesia itu harga mati, tukas Erik Thohir. Erik menilai banyak yang perlu dibenahi dalam tubuh PSSI. Hal ini bakal menjadi fokusnya jika berhasil terpilih menjadi ketua umum nanti.

Erick saat ini diklaim sudah mengantongi sebanyak 60 suara dari voters. Jika terpilih sebagai Ketum PSSI Baru, apakah Erik mampu membawa angin segar seperti pembersihan borok yang dilakukannya di Kementerian BUMN?

Kita tunggu buktinya.