PODCASTNEWS.ID – Ketidakjelasan capres Gerinda Prabowo Subianto untuk menjadikan Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya kembali memancing ”amarah” PKB sehinggar berencana melancarkan manuver politik. Salah satunya adalah rencana untuk merapat ke PDIP.
Rupanya anggota Gerindra pun berupaya meredam ”amarah” PKB itu. Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sejauh ini merupakan kandidat bakal calon wakil presiden terkuat untuk bersanding dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Pernyataan Andre tersebut terkait akan adanya partai politik yang akan bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) pada Juli 2023 ini. Pimpinan partai politik baru yang akan bergabung dengan koalisinya itu, kata Andre, juga akan diikutsertakan dalam pembahasan terkait dengan bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung pada Pilpres 2024.
Andri memberi sinyal, parpol baru yang akan bergabung itu adalah PAN. ”Kandidat terkuat cawapres Pak Prabowo adalah Gus Muhaimin. Intinya apa? Gus Muhaimin adalah pemegang kunci inggris cawapresnya Pak Prabowo,” kata Andre.
Sebelumnya Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa Syaiful Huda mengatakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berupaya untuk bertemu dengan Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia mengatakan pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari komunikasi antara fraksi PKB dan PDIP di DPR RI yang berlangsung Rabu (5/7/2023). “Nanti (hasil komunikasi disampaikan) setelah terealisasi pertemuan Bu Mega bersama Gus Imin. Semakin cepat semakin bagus,” ungkap Huda di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Hubungan Baik
Huda mengatakan komunikasi antara Muhaimin dan Megawati merupakan hal yang biasa. Sebab, PKB dan PDIP memiliki hubungan baik karena pernah bekerja sama dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019.
Saat ini, PKB telah bekerja sama dengan Partai Gerindra dan membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Namun, Huda menampik jika komunikasi dengan PDI-P merupakan bagian dari manuver politik PKB untuk meninggalkan Gerindra.
Sebelumnya, Prabowo Subianto mengesankan bukan Muhaimin Iskandar yang paling diinginkannya sebagai bacawapres pendampingnya. Tapi ada sosok yang paling diinginkannya sebagai pendampingnya untuk berlaga di Pilpres 2024. Prabowo menyatakan hal tersebut di Cara Mata Najwa.
