PODCASTNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengkritik pernyataan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tentang perhelatan Formula E meraup untung Rp5 miliar.
Menurut dia, nilai tersebut tidak seberapa ketimbang pembayaran uang komitmen atau commitment fee senilai Rp560 miliar yang bersumber dari APBD DKI.
”Jelas tidak benar kalau dibilang kita untung. Sebab, tidak adil jika tidak menghitung pengeluaran APBD Rp 560 miliar,” kata Anggara.
Sebelumnya, Vice President Corporate Secretary PT Jakpro Syachrial Syarif mengatakan audit laporan keuangan Formula E Jakarta 2022 selesai. Berdasarkan audit tersebut, tercatat ajang balap mobil listrik ini meraih keuntungan atau laba mencapai Rp5,29 miliar.
Laba penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022 sebelum pemotongan pajak mencapai Rp6,41 miliar. Angka tersebut sudah memperhitungkan semua pendapatan dan beban cash maupun non-cash. Termasuk, kewajiban yang masih outstanding sampai 30 September 2022.
Proses audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Jojo Sunarjo & Rekan, sehingga didapati laba Rp5,29 miliar. Nantinya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga akan mengaudit laporan tersebut.
Anggara melanjutkan, Jakpro masih harus membayar kekurangan commitment fee sekitar Rp 90 miliar. Nilai ini, sebut dia, di luar pencairan dana Rp560 miliar. “Masih ada utang kok berani ngomong untung” ujar politikus PSI ini.
Ganti Rugi
Selain itu, Ara, sapaan akrab Anggara, meminta Jakpro melaporkan secara resmi pertanggungjawaban Formula E kepada DPRD dengan data yang lebih detail. Dia juga mendesak Jakpro mengganti kerugian rakyat Jakarta yang harus menanggung pembayaran commitment fee ratusan miliar untuk ajang balapan tersebut.
Ara menyebut, pihaknya ingin uang Rp560 miliar dikembalikan ke APBD DKI agar bisa digunakan untuk pembangunan yang berdampak langsung pada kepentingan masyarakat. “Jika pendapatannya hanya segini, saya pesimis itu bisa terjadi. Kesimpulannya kita rugi besar karena Formula E,” ucap dia.
Formula E akan berlanjut tahun ini dan 2024. Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengatakan bahwa penyelenggaran Formula E Jakarta 2023 tidak menggunakan dana APBD DKI. Menurut Bamsoet, panitia juga tidak akan menyodorkan proposal ke BUMN, melainkan ke perusahaan swasta.
