PODCASTNEWS.ID – Peribahasa “Karena mulut badan binasa”, sepertinya harus benar-benar menjadi perhatian oleh ketiga pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yang tengah berkontestasi di Pilpres 2024. Pasalnya, perkataan atau ucapan mereka bisa menjadi bumerang yang bakal menggerus perolehan suara mereka nantinya.
Sebelum dan selama masa kampanye, Redaksi Podcastnews.id mencatat ada tiga pernyataan kontroversial dari ketiga Cawapres yang akhirnya diralat oleh masing-masing kubu. 1. Cak Imin “BBM Gratis”. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB Syaiful Huda mengatakan bahwa BBM gratis bisa didapatkan masyarakat Indonesia, apabila Cak Imin terpilih menjadi wakil presiden.
“Kalau Gus Muhaimin dan PKB menang, semua yang memiliki sepeda motor akan mendapatkan subsidi BBM secara gratis, tanpa biaya. Siapa disini yang memiliki sepeda motor? PKB menang, Gus Muhaimin menjadi wapres, maka BBM akan disubsidi dengan harga serendah mungkin,” ujar Syaiful saat melakukan orasi pada beberapa waktu lalu.
Setelah viral dan menjadi olok-olokan netizen karena dinilai hanya menjual janji yang tak mungkin terlaksana, Cak Imin akhirnya meluruskan makna dari pernyataan tersebut. “Oh iya itu disalahpahami ya bahwa subsidi transportasi tidak boleh dihentikan, terutama akses kepada pekerjaan,” kata Cak Imin usai acara bersama para ajengan dan habaib di Hotel Grand Sunshine, Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/9/2023).
Cak Imin menekankan para pekerja perlu diberikan subsidi untuk akses ke tempat kerja mereka. Dia mengatakan para pekerja yang menggunakan kendaraan motor dapat mengakses subsidi BBM, namun bukan gratis. 2. Gibran “Asam Sulfat”. Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan publik, terutama di media sosial, lantaran keliru menyebut asam folat menjadi asam sulfat terkait kebutuhan nutrisi ibu hamil untuk mencegah stunting.
Asam Sulfat
Hal itu disampaikan Gibran dalam acara diskusi di Jakarta Selatan, Minggu (3/12/2023). Video ucapan Gibran pun viral di media sosial. “Lalu ketika hamil harus dicek, dia misalnya asam sulfat, yodiumnya terpenuhi enggak. Ketika anaknya lahir sampai 2 tahun ASI-nya terpenuhi enggak. Berat badannya, tinggi badannya oke gak?” ujar Gibran Rakabuming Raka dalam video yang beredar. Sontak ucapan Gibran menuai kritik dan perbincangan warganet.
Gibran sudah meminta maaf dan mengoreksi pernyataannya tersebut soal pemenuhan “Asam Sulfat” untuk Ibu Hamil. “Mohon maaf, mohon dikoreksi ya. Asam folat, Sorry, sorry ya, maaf. Mohon dikoreksi,” kata Gibran saat ditemui usai bermain badminton dengan Taufik Hidayat di GBK Arena, Jakarta, Senin (4/12/2023). 3. Mahfud “OTT KPK Tidak Cukup Bukti” Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD menjadi sorotan karena kritiknya terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebelumnya, Mahfud sempat mengatakan KPK kerap melakukan banyak kesalahan, salah satunya telanjur melakukan operasi tangkap tangan (OTT), padahal bukti yang didapat tidak cukup. Mahfud mengatakannya saat menghadiri Dialog Kebangsaan dengan Mahasiswa Indonesia se-Malaysia di Kuala Lumpur, Jumat (8/12/2023) kemarin. “Kesalahan-kesalahan yang menyebabkan orang menjadi korban, karena telanjur orang menjadi target, telanjur OTT padahal bukti nggak cukup, dipaksakan juga ke penjara bisa terjadi. Makanya UU KPK-nya direvisi,” kata Mahfud saat itu.
Sehari setelahnya, Mahfud kemudian mengklarifikasi pernyataannya, dengan mengatakan kritikannya itu adalah soal penetapan tersangka KPK yang kerap kali tanpa bukti yang cukup. “Saya ralat dan perbaiki, bukan OTT, tapi menetapkan orang sebagai tersangka buktinya belum cukup, sampai bertahun-tahun itu masih tersangka terus,” kata Mahfud di Bandung dalam keterangan resminya, Sabtu (9/12/2023).
“Itu lah sebabnya dulu di dalam revisi UU itu muncul agar diterbitkan SP3 bisa diterbitkan oleh KPK,” tambahnya. Mahfud menjelaskan sampai saat ini masih banyak yang ditetapkan sebagai tersangka tapi belum disidangkan karena buktinya belum cukup. Menurutnya, hal ini bisa merugikan orang.
